Trik Pemerintah Jawab Ancaman Resesi Global

Jakarta, 16 November 2019Menteri Keuangan Sri Mulyani memastikan postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 akan memperkuat fondasi ekonomi RI ditengah resesi gejolak global. Penyebabnya, tak lain tam bukan adalah peranan APBN yang sangat crusial dan sangat begitu penting sebagai instrumen counter cyclical.

“Menghadapi ancaman perlemahan ekonomi dan dinamika dari dunia global tersebut, APBN 2020 dinilai dapat memperkuat fondasi dan daya saing ekonomi agar tidak terdampak secara negatif oleh gejolak global,” tambah Menkeu.

Menkeu menjelaskan APBN 2020 akan berfokus pada perbaikan kualitas SDM, penguatan institusi, penguatan sektor industri dengan memberikan insentif fiskal dan memperbaiki kualitas belanja negara. Hal ini untuk menghindari dampak negatif dari gejolak ekonomi global.

“APBN 2020 didorong untuk mendukung pencapaian prioritas pembangunan nasional dengan fokus untuk memperkuat daya saing perekonomian dan industri melalui inovasi dan penguatan kualitas SDM,” terangnya.Sejalan dengan fokus pemerintah tersebut, kebijakan fiskal ke depan diarahkan untuk menjaga perekonomian tumbuh di atas 5 persen. Selanjutnya, menjaga pencapaian pembangunan seperti pengurangan kemiskinan, penciptaan kesempatan kerja serta perbaikan pemerataan ekonomi.

“Pelonggaran fiskal secara terukur diperlukan untuk menetralisir pengaruh perlemahan global serta menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di atas lima persen,” tegasnya.

Adapun postur APBN 2020 yang disetujui ialah pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3 persen, tingkat Inflasi sebesar 3,1 persen, nilai tukar rupiah rata-rata Rp14.400 per USD, tingkat suku bunga SPN 3 bulan sebesar 5,4 persen, harga minyak mentah Indonesia rata-rata USD63 per barel, lifting minyak rata-rata 755 ribu barel per hari dan lifting gas rata-rata 1.191 ribu barel setara minyak per hari.

Setidaknya ada beberapa pertanyaan yang menjadi tantangan pemerintah kedepannya tentang arah kebijakan perekonomian selanjutnya yang diaplikasikan pada sang postur APBN 2020 dan diharapkan publik dan mengakses dan mengawasi lebih jauh.

Tinggalkan komentar