Rektor Universitas Sunan Kalijaga Serukan Hilangkan Fanatisme Agama Pada Hari Amal Bakti Kemenag ke 74

Yunan Wahyudi – Rektor Universitas Sunan Kalijaga

Jakarta (HeloIndonesia) – Setiap wakil agama punya cara berbeda mengaspirasikan rasa syukur mereka saat menyanyikan lagu (Indonesia Raya). Kalau diteruskan bisa (menjadi positif) menghilangkan atau mengurangi fanatisme keagamaan di lingkungan kita.

Hal ini diungkapkan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. KH. Yudian Wahyudi MA., Ph.D , saat ditemui awak media usai acara tasyakuran Hari Amal Bakti (HAB) ke-74. dengan mengangkat tema ‘Umat Rukun, Indonesia Maju’, yang digelar di Auditorium HM Rasjidi Gedung Kemenag RI, Jakarta Pusat, Kamis (16/1/2020).

“Dan semuanya memang harus mulai dari kementerian agama, karena mereka yang paling punya dalil (mewakili setiap ajaran agama),” kata Yudian Wahyudi yang juga saat ini menjabat President of Asian Islamic Universities Association (AIUA).

Malam ini menurut saya istimewa dibandingkan yang pernah saya ikuti, ungkap Yudian Wahyudi, karena wakil wakil dari sekolah agama di tampilkan.

“Jadi Menteri Agama memprakasai untuk memulai sesuatu yang baru,” ujar Yudian Wahyudi.

“Inilah menurut saya merupakan kesatuan konstitusional,” tutur Yudian Wahyudi.

“Dari situ saya liat betapa ini sebuah kemajuan terutama belakangan ini (persatuan kita) ditantang oleh radikalime,” pungkas Yudian Wahyudi.

Tinggalkan komentar