20 tahun Martha Tilaar Innovation Centre (MTIC) Bersama Martha Tilaar berkontribusi Karya Global untuk Kemajuan Indonesia #MTICforIndonesia

Jakarta 29/08/2019 – Selama hampir 50 tahun mempercantik Indonesia, Martha Tilaar Group yang
diawali mimpi pendirinya Dr. (H.C) Martha Tilaar untuk selalu mempercantik perempuan
Indonesia dan dunia tidak hanya menghasilkan produk-produk kecantikan yang berkualitas tapi
juga memberikan pendidikan kecantikan, serta pelatihan keterampilan untuk para perempuan.
Produk-produk kecantikan dari Martha Tilaar Group seperti Sariayu, PAC, Biokos, Dewi Sri Spa,
Solusi dan lainnya yang berada di bawah naungan PT Martina Berto.Tbk, sebagai wujud mimpi
dan kerja keras Dr. (H.C) Martha Tilaar diakui secara scientific manfaatnya. Hal tersebut, tidak
terlepas dari peran Martha Tilaar Innovation Center atau biasa disebut dengan singkatan MTIC
yang terdiri dari para scientist dan inovator yang mengembangkan produk dengan riset dan
teknologi.

Latar belakang yang mendasari dibangunnya MTIC adalah karena kegelisahan dan idealisme Dr.
(H.C) Martha Tilaar melihat bagaimana produk lokal selalu dipandang sebelah mata dan
dianggap tidak berkualitas karena tidak ada riset yang mendukung. Beliau juga melihat banyak
sekali bahan bahan eksotis Indonesia yang tidak dimanfaatkan dan dikembangkan secara
maksimal, baik oleh masyarakat Indonesia maupun pemerintah, tapi justru malah dimanfaatkan
dan diklaim oleh negara lain.

Untuk pengembangannya, MTIC yang dilengkapi laboratorium dan peralatan berteknologi
canggih tidak hanya aktif dalam memproduksi produk-produk kecantikan atau kesehatan,
penelitian tanaman Indonesia, tapi juga aktif berkolaborasi dengan berbagai pihak baik di
dalam ataupun di luar negeri. Sustainable innovation melalui kolaborasi menjadi salah satu
motivasi dan mimpi besar dari MTIC. Di bawah tim riset dan pengembangan yang
berkompetensi tinggi, produk-produk kecantikan diciptakan dengan menggabungkan antara
ilmu pengetahuan dan teknologi modern yang berbasis ramah lingkungan.

MTIC bekerja sama
dengan Kemenristekdikti untuk menyelenggarakan Kemenristekdikti-MTIC Award yang dimulai
pada tahun 2007 untuk membantu innovator muda berkontribusi dan juga menjembatani
dengan dunia usaha. Dengan Award ini berusaha menjaring inovator yang memiliki ide, riset dan
penemuan bahan bahan alami Indonesia untuk bisa dikembagkan dan berguna bagi dunia
industri. Salah satu contohnya adalah inovasi dari pemenang yaitu makroalgae spirullina yang
telah dikembangkan dan digunakan dalam salah satu produk dari Martha Tilaar Group.
Platform inovasi MTIC juga menjadi benchmark dalam product innovation untuk berbagai
brand indie yang diproduksi oleh PT Cedefindo, salah satu unit usaha dari Martha Tilaar
Group yang membuat produk kosmetik untuk para entrepreneur baru.
Kilala Tilaar, Corporate Creative and Innovative Director PT Martina Berto Tbk menjelaskan,
“Produk-produk dari Martha Tilaar Group adalah brand kecantikan Indonesia pertama yang
mampu mengalahkan dominasi produk internasional di Indonesia. Untuk semakin memperkuat
market Indonesia dan juga luar indonesia, kami menjadi pionir dalam mengkampanyekan
konsep clean beauty dengan 3 filosofi yaitu: clean ingredients (no toxic dan tanpa bahan bahan
kontroversial yang berbahaya), clean environment( prosesnya ramah lingkungan dan no animal
testing, bahkan jelas sumber ingredients-nya, serta 100% halal karena prosesnya terjaga.

Bersama MTIC; PT Martina Berto Tbk juga sudah mendapatkan Sistem Jaminan Halal (SJH)
Grade A 3 kali berturut – turut dan semua produk-produknya memiliki Sertifikasi Halal dan juga
clean skin (aman dan tidak iritasi di kulit).”
Dalam perjalanannya, MTIC tidak hanya aktif dalam memproduksi produk-produk kecantikan
atau kesehatan, pengembangan tanaman untuk lokal, tapi juga dalam hampir 5 tahun ini di
bawah kepemimipinan Kilala Tilaar sebagai Corporate Creative and Innovation Director semakin
memperkuat peran Martha Tilaar Innovation Center bahkan sampai ke tingkat internasional.
“Indonesia harus bangkit lewat inovasi, paling tidak salah satu bahan alam asli Indonesia bisa
mendunia,” begitu pesan yang berulang kali disampaikan Dr. (H.C) Martha Tilaar.

Indonesia adalah negara terbesar ke 4, dengan kekayaan alam yang lebih dari Brazil, oleh karena
itu sesuai mimpi ibu Martha Tilaar, MTIC berusaha mewujudkannya. Hasil kerja keras MTIC
untuk menghasilkan ekstrak ingredient asli Indonesia menghasilkan kepercayaan dari Clariant
sebagai perusahaan kimia 3 terbesar di dunia untuk memproduksi ekstrak bahan alami yang
dianggap “eksotis” dari indonesia untuk dipasarkan di dunia
Berbagai penghargaan sudah diterima oleh MTIC antara lain Penghargaan Rintisan Teknologi
(RINTEK) dari Kementerian Perindustrian, Penghargaan Abyudaya dari Kemen ristekdikti, Gelar
Perekayasa Utama Kehormatan (Honorary Principal Engineer Award) dari BPPT dan masih
banyak lagi.

Pencapaian berkelas global yang diraih oleh MTIC adalah menjadi bagian dari
otoritas penentu tren warna dunia (Intercolor) mulai tahun 2018 setelah melalui seleksi yang
cukup ketat dengan negara-negara lain seperti USA, Perancis, Jepang, Korea, China, Swiss,
Inggris, Finlandia, Spanyol, Portugal, Italia, Hungaria, Thailand, Jerman, Turki, Denmark. Yang
menarik juga dalam project trend warna dunia ini juga adalah kolaborasi tim MTIC dengan ITB,
khususnya dari fakultas design komunikasi dan juga kriya bersama anak-anak muda yang sangat
kreatif dan terpilih untuk bekerja sama membawa inspirasi Indonesia ke dunia internasional.
“Setiap inovasi yang lahir dari MTIC akan selalu membawa nama harum bagi Indonesia, karena
ini murni hasil karya anak bangsa. MTIC akan terus membuka pintu kolaborasi kepada semua
pihak bersama pemerintah, perguruan tinggi, peneliti baik lokal atau internasional yang ingin
sama-sama menciptakan kebaikan baru melalui inovasi ” tutup Kilala Tilaar.

Tinggalkan komentar